January 27, 2016

8 Kuliner Favorit Maluku dan Papua Barat

Share artikel ini

Berwisata ke Maluku dan Papua Barat sangatlah sayang jika tidak mencicipi makanan daerah yang khas. Sebab, makanan di daerah timur Indonesia ini sangatlah berbeda dibandingkan dengan pulau-pulau di Indonesia lainnya. Bahan makanan yang didominasi dari laut dan makanan pokok berupa sagu menyuguhkan kuliner yang unik dan pasti membuat penasaran untuk dicoba.

Lalu apa saja makanan favorit khas Maluku dan Papua Barat?

1. Papeda

Berwisata ke Maluku dan Papua belum sah jika tidak mencoba papeda. Papeda merupakan makanan berupa bubur yang terbuat dari sagu. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar.  Papeda lebih nikmat jika disantap saat masih panas.  Karena rasanya tawar, maka Papeda biasanya disajikan dengan kuah kuning dan ikan. Selain itu papeda atau bubur papeda juga dapat dinikmati dengan sayur ganemo yaitu daun melinjo muda  atau bunga pepaya muda yang ditumis menggunakan cabai merah. Papeda merupakan salah satu makanan khas dari Papua yang terbuat dari tepung sagu murni. Proses pembuatan papeda sebenarnya sederhana, tepung sagu cukup diaduk-aduk sambil dituang air mendidih secara bertahap hingga terbentuk adonan yang menyerupai lem dan siap dimakan.

Papeda (sago congee), Kuah Kuning (yelow soup) and Ikan Tude Bakar (grilled fish) with Dabu-dabu and Rica sambal. The Eastern Indonesian meal. Papeda, the staple food of Easter Indonesia have a glue-like consistency and texture. Waroeng Ikan Bakar, a restaruant specializing in Eastern Indonesian food (Manado, Maluku and Papuan cuisine). Atrium Senen Foodcourt, Jakarta, Indonesia.

Papeda (sago congee), Kuah Kuning (yelow soup) and Ikan Tude Bakar (grilled fish) with Dabu-dabu and Rica sambal.

Biasanya makan Papeda dikombinasikan dengan ikan gabus, kakap merah, ataupun ikan kue. Papeda lebih nikmat jika disantap saat masih panas. Untuk menyantap papeda mempunyai cara yang unik yaitu tidak menggunakan sendok melainkan langsung diseruput dari piringnya. Adapula yang mengambil mengambil papeda bukan menggunakan sendok tapi sepasang sumpit. Sumpit dipegang dengan kedua tangan, diputar dengan cepat sehingga menghasilkan gulungan ‘lem’ papeda hingga putus lalu ditungkan dalam wadah dan disiram dengan kuah ikan kuning. Masyarakat setempat sudah terbiasa menyantap papaeda seperti memakan bubur ayam yaitu tinggal diseruput dan masuk ke perut. Akan tetapi jika pertama kali menyantap Papeda sebaiknya dimakan sedikit demi sedikit agar perut tidak “kaget” dengan menu ini.

(Visited 769 times, 1 visits today)
Share artikel ini

BERLANGGANAN NEWSLETTERS

Bergabunglah dengan Newsletter kami dan dapatkan tips dan artikel serta penawaran kursus terbaru


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *