October 5, 2015

9 Cara Mudah Membuat Video Profesional

Share artikel ini

Mendapatkan penghasilan dari Youtube sepertinya bukan sebuah mimpi, namun hal ini menjadi kenyataan beberapa pelaku kreatif yang mendapatkan duit dari hasil video kreatif dari Youtube. Bahkan banyak orang berpikir bahwa membuat video kreatif itu membutuhkan peralatan profesional yang lengkap, padahal hanya dengan membutuhkan kamera digital saja sekarang membuat video kreatif sudah bisa tampak profesional, bahkan video ponsel sekalipun.

Teknik Sederhana Membuat Video Profesional

Tidak peduli jenis kamera video apa yang kamu miliki, berikut 9 tips sederhana tentang cara untuk merekam video rumahan dan menjadi tampak terlihat profesional.

1. Rencana produksi Anda

Tidak peduli bentuk acara yang Anda rekam, paling penting tentukan rencana. Tuliskan materi shooting yang ingin Anda rekam dalam kegiatan video. Misalnya, jika Anda ingin melakukan rekaman video pesta ulang tahun, mungkin bisa dimasukan hal-hal berikut ini:

  • Dekorasi kue
  • Para tamu yang datang di pesta
  • Sambutan para tamu
  • Penyajian kue ulang tahun
  • Peniupan lilin dan reaksi dari tamu
  • Pemotongan kue
  • Pembukaan hadiah
  • Wawancara tamu
  • Hiburan
  • Tamu meninggalkan usai acara

Semakin banyak Anda tahu tentang apa yang akan terjadi pada acara tersebut, akan lebih mudah mempersiapkan produksi Anda.

2. Gunakan Tripod

Semaksimal mungkin gunakanlah tripod. Mengatur tripod bagi pemula memang rumit, namun dengan menggunakan tripod akan membuat perbedaan besar dalam produksi video Anda. Jika Anda tidak ingin bergerak untuk mengambil video sementara tangan memegang camcorder, tripod akan membantu Anda agar video yang diambil stabil atau tidak goyang. Tidak ada yang menarik jika hasil video yang ditonton tampak gemetar, bergerak terus dan tidak fokus. Namun dengan menggunakan tripod Anda dengan mudah menggeser camcorder dan lebih santai.

3. Membuat video pembukaan

Pembukaan shooting video pertama sangat penting untuk menunjukan isi cerita yang ingin disampaikan. Hampir semua film ataupun adegan akan memiliki cerita menarik jika dimulai dengan tampilan video yang menarik. Misalkan dalam sebuah acara pesta, mungkin akan dimulai dengan gerakan panning shoot dari setiap sudut lokasi pesta, atau bisa melalui shooting dari luar ruangan atau rumah tempat pesta diadakan.

4. Shoot Close

Sama seperti dengan fotografi, sebaiknya Anda mengambil gambar dalam jarak dekat pada subjek. Untuk mempermudah lihatlah hasil objek yang Anda ambil melalui layar LCD camcorder Anda. Semakin banyak gambar latar belakang yang Anda ambil, akan membuat hasil gambar kurang menarik. Biasanya ada empat jenis ukuran close up dalam videografi diantaranya: wide, medium, close-up and super close-up. Anda bisa menggunakan empat jenis ukuran tersebut untuk mengambil objek video.

5. Shoot Cutaway Shots

Artinya, untuk mengambil satu buah adegan, diperlukan transisi gambar dari beberapa tampilan shoot yang digunakan, sehingga tercipta sebuah cerita dalam pengambilan gambar. Semua video yang baik maupun film akan menggunakan sistem ini. Misalnya ketika kita mengambil gambar mobil yang berjalan di jalan tol yang panjang, lalu mobil itu akan sampai di sebuah pintu tol, di mana pengemudinya akan membayar biaya tol  dan kemudian melanjutkan perjalanan memasuki sebuah kota. Jika tanpa menggunakan sistem cutway shots, akan memakan waktu. Oleh karena itulah gunakan cutaway shot, misalnya pertama si pengemudi dalam posisi gambar close up dari depan mobil, kedua si pengemudi sedang menurunkan gigi persneling dalam medium close up, ketiga si pengemudi dalam medium close up dari samping mobil, keempat si pengemudi sudah mendekati pintu gerbang tol dari sudut pandang si pengemudi, kelima juga full shot.

6. Shot wide untuk mengakhiri adegan

Hal ini sama seperti cutway shots, biasakan menggunakan sistem pengambilan gambar dari medium ke sudut close up lainnya. Misalnya ketika seorang gadis ingin membuka hadiahnya, mulailah dengan posisi medium shot, lalu ketika arahkan gambar secara pelan close up ke arah tangannya ketika ingin membuka hadiah tersebut, hal ini akan menambah efek dramatis.

7. Selalu mengubah posisi pengambilan gambar

Biasakan mengambil gambar dari beberapa posisi dan dari sudut yang berbeda. Jika kamu selalu mengambil gambar dari sudut posisi yang sama, penonton Anda akan cepat bosan. Anda mungkin tidak perlu mengubah setiap sudut dalam pengambilan gambar, namun Anda juga tidak ingin terjebak dalam satu sudut tempat untuk mengambil seluruh rekaman bukan?

8. Stock gambar untuk editing

Apakah Anda berencana untuk melakukan proses editing langsung dari kamera? Misalnya dari beberapa camcorder memiliki beberapa fitur fade in dan fade out untuk masuk ke sisi pengambilan gambar berikutnya. Artinya setiap kali Anda selesai merekam, gambar otomatis akan memudar sehingga ketika masuk ke adegan berikutnya akan terlihat soft dalam posisi fade in.

Atau jika ingin melakukan proses editing lebih jauh, maka Anda harus menyiapkan beberapa stock gambar yang lebih banyak, sehingga ketika melakukan proses editing maka banyak posisi gambar yang dapat dimasukan dalam proses editing. Usahakan untuk melakukan proses pengambilan gambar untuk satu adegan normal membutuhkan waktu maksimal 10 detik.

9. Mengedit produksi Anda

Mengedit gambar video saat ini sudah canggih, Anda bisa menggunakan seperti Imovie, Windows Movie Maker, Adobe Premiere Elements. Proses ini tidak sesulit yang Anda bayangkan. Beberapa hal yang penting dalam proses editing adalah, menghapus gambar-gambar yang tidak cocok, menambahkan transisi yang halus, judul yang dari setiap adegan acara. Gunakan efek umum yang sering dipakai untuk video. Jangan lupa selalu insert lagu untuk membuat suasana menjadi hidup.

Nah, bagaimana tips di atas? Semoga dapat membantu Anda dalam produksi film atau video. Silahkan share komentar Anda di kolom bawah ini.

(Visited 473 times, 1 visits today)
Share artikel ini

BERLANGGANAN NEWSLETTERS

Bergabunglah dengan Newsletter kami dan dapatkan tips dan artikel serta penawaran kursus terbaru


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *