August 31, 2016

5 Aplikasi yang Sebaiknya Tidak Digunakan oleh Anak Anda

Share artikel ini

Kecanggihan teknologi saat ini memang banyak membantu manusia, baik orang dewasa mapupun anak-anak.

Sayangnya, tidak semua aplikasi yang mereka gunakan benar-benar bermanfaat bagi mereka. Banyak aplikasi yang mereka gunakan justru dapat mempengaruhi mereka untuk mendapatkan pengetahuan ataupun informasi yang tidak baik.

Aplikasi apa sajakah yang sebaiknya tidak digunakan anak-anak? Berikut ini adalah beberapa aplikasi yang sebaiknya dihindari oleh anak-anak:

  • WHISPER

01 whisper

Anak-anak saat menggunakan aplikasi Whisper akan merasa senang jika semakin banyak orang yang melakukan chating dengan dirinya tanpa mereka lihat dulu latar belakang orang tersebut. Yang membahayakan disini adalah adanya niat jahat dari lawan chating anak-anak, misalnya mengajaknya untuk ketemuan, meminta anak untuk mengirimkan foto dirinya tanpa busana, mengirimkan foto/video yang tidak senonoh, menggunakan kata-kata kasar saat chating.

Beberapa kejadian telah dialami oleh anak-anak yang menggunakan aplikasi sejenis ini dimana saat bertemu orang tersebut melakukan hal-hal yang tidak senonoh seperti melecehkan anak tersebut, memperkosa bahkan membunuh anak tersebut.

Orangtua sebaiknya memperhatikan gadget anak, apakah aplikasi ini ada pada mereka? Periksalah riwayat chating mereka untuk mengetahui apa saja yang mereka bicarakan. Jika memang tidak dibutuhkan sebaiknya aplikasi tersebut dihapus saja.

  • YIK-YAK

02 yik yak

Anak-anak yang menggunakan aplikasi ini tidak perlu membuat akun atau profil. Mereka hanya memposting komentar saja, namun komentar mereka dapat mengakses 500 orang dengan radius 1-5 mil. Yang membahayakan disini adalah, anak-anak dapat menyebarkan berita-berita yang tidak benar mengenai teman, guru, atau siapapun disekitar mereka. Mungkin di Indonesia ini belum terjadi pada anak-anak, namun diluar negeri aplikasi ini sudah digunakan anak-anak untuk melakukan cyberbullying terhadap teman atau guru.

  • KIK

03 kik

Aplikasi ini sebenarnya hampir sama dengan dengan SMS atau Whatsapp dimana anak dapat mengirimkan foto/video pada orang lain dan juga melakukan chating dengan lawan mereka. Sama halnya dengan Whisper, dampak dari aplikasi ini adalah anak dapat menjadi korban dari orang-orang yang berniat jahat dengan mereka. Mereka dapat saja melakukan janjian untuk bertemu yang pada akhirnya dapat menjadi bencana bagi anak-anak.

Dengan aplikasi ini anak juga dapat melakukan chating dengan orang-orang yang berada diluar negeri yang gaya bahasa dan pergaulan mereka sangat bebas dan dapat mempengaruhi anak-anak kita.

  • SNAPCHAT

04 snapchat

Aplikasi sejenis ini sebenarnya ada beberapa didunia maya. Sayangnya, jika tidak dikontrol anak-anak dapat mendownload aplikasi ini dan dapat membahayakan buat mereka sendiri. Aplikasi ini juga dapat mengirim dan menerima gambar atau video porno dari orang lain. Anak-anak yang belum memahami benar dengan tubuh mereka maka dapat menjadi korban meskipun tidak harus bertemu namun mereka dapat diajak layaknya melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Di Indonesia aplikasi ini juga sudah mulai banyak digunakan oleh orang dewasa, oleh karena itu para orangtua sebaiknya mencegah hal ini dapat diterima olah anak anda karena sangat berdampak buruk bagi anak-anak.

  • YOUTUBE

05 youtube

Youtube merupakan aplikasi yang sebenarnya membawa keuntungan jika kita gunakan dengan benar dan tepat. Sayangnya, anak-anak saat ini menggunakan aplikasi Youtube untuk mendapatkan informasi yang salah, seperti, video porno, kenakalan remaja, kekerasan hingga perilaku criminal lainnya.

Youtube memang saat ini dapat diakses dengan mudah namun sebagai orangtua sebaiknya kita tetap memperhatikan anak-anak saat menggunakan aplikasi ini. Pastikan bahwa apa yang mereka dapat dari youtube benar-benar bermanfaat bagi mereka.


Demikianlah beberpa aplikasi yang harus diperhatikan oleh para orangtua agar anak-anak tidak menjadi korban cyberbullying, sex abuse, ataupun tindakan kejahatan lainnya. Lalu bagaimana cara menghindari bahaya internet pada anak? Berikut beberapa tips yang dapat anda terapkan ke anak:

1.Dampingilah mereka saat menggunakan gadget

2.Batasi waktu penggunaan gadget

3.Blok pemakaian internet dirumah terhadap web atau aplikasi yang merugikan anak

4.Menjalin komunikasi dengan anak agar mengetahui secara langsung aktivitas mereka setiap hari

5.Jelaskan mengenai dampak penggunaan gadget bagi mereka

6.Bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mencegah dampak gadget bagi anak-anak

7.Sebelum mengunduh aplikasi, perhatikan juga user review dan rating aplikasi tersebut.

8.Kenalkan anak dengan pengembangan aplikasi mobile.

Jangan jadikan internet seperti buah simalakama, hal itu dapat dicegah jika sejak awal kita sudah menanamkan hal positif dalam diri anak sehingga hal buruk darimana pun mampu mereka tolak. Selamat menjadi orangtua yang canggih dalam teknologi namun juga mahir dalam mendampingi perkembangan anak.

(Visited 1,246 times, 2 visits today)
Share artikel ini

BERLANGGANAN NEWSLETTERS

Bergabunglah dengan Newsletter kami dan dapatkan tips dan artikel serta penawaran kursus terbaru


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *