August 5, 2016

15 Atlet Olimpiade Termuda yang Dapat Menginspirasi Anak Anda

Share artikel ini

5 Agustus 2016 adalah pembukaan Olimpiade 2016 yang diselenggarakan di kota Rio de Janeiro, Brazil. Olimpiade kali ini diperkirakan akan diikuti oleh 206 negara anggota dengan 306 pertandingan dari 28 cabang olahraga. Atlet Olimpiade yang ikutserta berjumlah sekitar 12.500 orang.

Acara pembukaan Olimpiade Rio akan dibuka langsung oleh Presiden Brazil Dilma Roussef di stadion Maracana. Olimpiade yang akan berlangsung hingga 21 Agustus 2016 ini akan dilaksanakan di 33 stadion di kota Rio de Janeiro dan 5 stadion di kota lainnya seperti Brasilia, Sao Paulo, Salvador, Belo Horizonte dan Manaus.

Prestasi yang diraih atlet saat Olimpiade tidak hanya dilihat dari kemampuannya saja, namun juga dapat ada yang mendapatkan penghargaan istimewa, misalnya atlet termuda yang pernah mengikuti Olimpiade.

(Baca juga: 5 Anak Muda Sukses dalam Karir Tanpa Jalur Khusus)

Penghargaan ini diberikan sebagai tanda bahwa anak-anak juga bisa ikut serta dalam Olimpiade dengan mengikuti cabang olahraga yang sesuai dengan kemampuannya. Berikut 15 peserta Olimpiade termuda sepanjang masa, yang juga bisa diraih anak Anda.

15. Katie Ledecky (15 tahun)

Atlet Olimpiade asal Amerika Serikat ini memulai debutnya di Olimpiade Musim Panas 2012 pada usia 15 tahun. Ia memenangkan banyak medali emas pada kompetisi lainnya dan akan mengikuti Olimpiade 2016.

14. Tara Lipinski (15 tahun)

14 Tara Lipinski

Atlet ski asal Amerika Serikat ini memenangkan medali emas pada Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano, Jepang saat berusia 15 tahun. Ia belajar bermain ski sejak usia 6 tahun dan berlatih keras agar menjadi atlet Olimpiade.

13. Aurelie Fanchette (14 tahun)

13 Aurelie Fanchette

Berasal dari Seychelles, Afrika, Aurelie adalah peserta renang gaya bebas 200 meter pada Olimpiade Musim Panas 2012. Ia tidak memenangkan medali tetapi menjadi salah satu atlet termuda di Olimpiade 2012.

12. Joyce Tafatatha (14 tahun)

12 Joyce Tafatatha

Joyce Feith Tafatatha yang berasal dari Malawi, Afrika adalah salah satu peserta termuda bersama dengan Aurelie Fanchette di Olimpiade Musim Panas 2012.

 

11. Lea Melissa Moutoussamy (14 tahun)

11 Lea Melissa Moutoussamy

Peserta yang mewakili Algeria di Olimpiade Musim Panas 2012 ini adalah pemain anggar wanita termuda walau tidak memenangkan medali.

10. Nadia Comaneci (14 tahun)

10 Nadia Comaneci

Atlet muda yang mewakili Romania ini adalah pesenam pertama yang mendapatkan angka 10 pada Olimpiade. Saat itu ia berusia 14 tahun dan memenangkan Olimpiade Musim Panas 1976 di Montreal, Kanada.

 

9. Dominique Moceanu (14 tahun)

09 Dominique Moceanu

Dominique memenangkan medali emas di Olimpiade 1996 di Atlanta sebagai atlet senam asal Amerika Serikat. Ia memiliki adik perempuan yang lahir dengan kondisi cacat tanpa kaki, dan menjadi inspirasi bagi adik kecilnya.

8. Nafissatou Moussa Adamou (14 tahun)

08 Nafissatou Moussa Adamou

Nafissatou bertanding dalam kompetisi renang pada usia 14 tahun di Olimpiade Musim Panas 2012, namun peserta asal Nigeria, Afrika ini tidak lolos ke semifinal.

7. Suji Kim (14 tahun)

07 Suji Kim

Atlet Olimpiade asal Korea Selatan ini adalah menyelesaikan Olimpiade menyelam dengan kedalaman 10 meter pada Olimpiade Musim Panas 2012. Ia adalah peserta termuda dan berusia 14 tahun walaupun tak memenangkan medali.

6. Yuhan Qiu (14 tahun)

06 Yuhan Qiu

 

Atlet muda asal Tiongkok yang mengikuti kompetisi di Olimpiade Musim Panas 2012 ini menduduki posisi keempat pada pertandingan renang gaya bebas 400 meter.

5. Marjorie Gestring (13 tahun)

05 Marjorie Gestring

Atlet loncat indah asal Amerika Serikat ini memenangkan Olimpiade Musim Panas 1936 di Berlin pada usia 13 tahun. Ia memenangkan kompetisi loncat indah springboard setinggi 3 meter.

4. Adzo Kpossi (13 tahun)

04 Adzo Kpossi

Peserta asal Togo, Afrika ini adalah salah satu atlet termuda yang mengikuti Olimpiade Musim Panas tahun 2012 di London. Walau saat itu ia tidak memenangkan medali, ia akan mengikuti lomba renang gaya bebas 50 meter di Olimpiade tahun ini.

3. Fu Mingxia (13 tahun)

03 Fu Mingxia

Atlet asal Tiongkok ini adalah pemenang kompetisi platform diving 10 meter termuda pada Olimpiade di Barcelona tahun 1992. Saat itu usianya baru 13 tahun dan sampai sekarang terus memenangkan banyak Olimpiade lagi.

2. Luigina Giavotti (11 tahun)

02 Luigina Giavotti

Altet senam asal Italia ini memenangkan medali perak pada Olimpiade 1928 di Amsterdam pada usia 11 tahun.

1. Dimitrios Loundras (10 tahun)

01 Dimitrios Loundras

Dia adalah atlet senam termuda yang memenangkan medali perunggu pada Olimpiade Musim Panas 1896 di Athena. Ya, anda tidak salah baca, 1896. Jadi setelah lebih dari satu abad, belum ada satu peserta Olimpiade yang mengalahkan rekor termuda dari atlet asal Yunani ini.

Nama-nama di atas sudah mengasah bakatnya dari usia dini yang didukung oleh orang tuanya. Sebelumnya mereka tentunya sudah sering mengikuti lomba atau turnamen yang dilaksanakan di sekolah atau penyelenggara lainnya.

Walaupun belum ada peserta dari Indonesia yang mencatat sejarah dalam olimpiade, namun masyarakat di Indonesia tetap dapat belajar dari atlet muda tersebut. Dan bukan tidak mungkin kalau anak anda adalah peserta olimpiade termuda berikutnya. Lalu Apa saja yang dapat Anda pelajari dari mereka?

Melihat Potensi Diri

Sebaiknya orang tua dapat melihat potensi yang dimiliki oleh anak Anda. Apabila anak Anda senang menggambar, bernyanyi, olahraga ataupun kemampuan lainnya, maka sebaiknya Anda membantunya menyalurkan minatnya.

Salah satu cara adalah dengan menyediakan sarana yang mendukungnya untuk mengembangkan potensinya.

Walaupun ia sudah memasuki usia remaja, Anda tidak perlu merasa terlambat untuk melihat potensi anak dan memulai kesenangan baru untuknya. Dengan memperhatikan kesukaannya Anda dapat mengetahui potensinya untuk dikembangkan.

Kembangkan Potensi Anak

Setelah melihat potensi dalam diri anak Anda, langkah yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah mengembangkan potensi. Caranya adalah melakukan latihan sehingga kemampuannya akan semakin terasah, baik secara otodidak maupun kursus.

Agar dapat melihat sejauh mana ia memiliki potensi tersebut, ikutkan ia  dalam berbagai pertandingan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sedalam apa kemampuan yang dimilikinya saat berhadapan dengan orang lain.

Tak hanya itu, mengikuti pertandingan juga akan melatih mentalnya agar terbiasa bertanding dan berusaha yang terbaik. Pada saat ia gagal, ia akan terus berjuang sehingga nilai daya juangnya akan terus meningkat.

Gunakan Kesempatan dengan Baik

Tidak semua anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, jika anak kita mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensinya,  maka gunakanlah kesempatan tersebut semaksimal mungkin.

(Baca juga: Bantu Anak yang Gagal dengan Semangat)

Prestasi memang tidak mengenal usia. Usia muda sekalipun dapat memiliki kesempatan untuk meraih prestasi. Pernyataan ini berlaku untuk berbagai bidang yang ada seperti pendidikan, olahraga, bakat atau kemampuan apapun yang ada dalam diri anak.

Oleh sebab itu, orang tua harus terus membantu putra putrinya dalam mencari dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tidak menutup kemungkinan suatu saat anak Anda akan meraih prestasi dari potensi yang dimilikinya.

Prestasi tidak harus dalam bidang olahraga saja, namun juga pada bidang lain seperti seni melukis, seni menyanyi, ilmu eksak ataupun bahasa. Hal ini akan membawa kepuasan pada dirinya dan juga Anda sebagai orang tua.

(Baca juga: Manfaat Kursus Musik)

Ajari anak Anda untuk tidak cepat puas dengan prestasi yang sudah diraih, dan ajari untuk mempertahankan potensi yang dimiliki. Suatu saat akan ada orang lain yang memiliki potensi yang lebih daripadanya yang dapat menggantikan prestasi yang sudah ia dapatkan.

Latih ia juga untuk memiliki jiwa sportif saat bertanding sehingga dapat menerima kekalahan dan mengakui kehebatan lawannya. Dari sinilah anak Anda akan belajar untuk terus berlatih hingga mendapatkan pencapaian yang diinginkannya.

Demikian daftar atlet termuda sepanjang masa yang dibuat oleh Sukawu. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda untuk dapat mengembangkan potensi anak Anda lebih dalam lagi.

Baca juga:

Belajar Matematika Itu Asyik dan Mudah

Belajar Menari Sangat Berguna untuk Anak

8 Tips Atasi Ngantuk Saat Belajar di Sekolah

(Visited 819 times, 1 visits today)
Share artikel ini

BERLANGGANAN NEWSLETTERS

Bergabunglah dengan Newsletter kami dan dapatkan tips dan artikel serta penawaran kursus terbaru


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *