September 29, 2015

Tips Mengatur Waktu Antara Keluarga dan Pekerjaan Bagi Wanita Karir

Share artikel ini

Zaman sekarang bukan hal aneh lagi jika wanita menjalani dua peran sekaligus, menjadi ibu rumah tangga dan juga wanita karir yang bekerja di kantor. Menjalani dua peran tersebut terkadang membuat dilema para ibu terutama dalam mengatur waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Mereka kerap kesulitan membagi waktu untuk anak, keluarga dan pekerjaan. Namun dengan berbagai pengaturan manajemen waktu yang baik, maka bisa jadi bagi seorang wanita karir dapat belajar bagaimana untuk memaksimalkan waktu yang Anda miliki terutama bagi mereka yang menganggap waktu itu sangat berharga.

Terkadang banyak orang menganggapnya mudah, tetapi kenyataannya adalah mereka sangat membutuhkan dukungan dari kalangan keluarga, rekan dan perusahaan.

Menurut survei terbaru, rata-rata bagi ibu pekerja memiliki jam kerja yang fleksibel (73 persen), kemampuan untuk bekerja dari rumah atau dari jarak jauh (61 persen) dan sebagai pasangan untuk membantu dalam berbagi hal tanggung jawab di rumah (65 persen).

Tips Mengatur Waktu Antara Keluarga dan Pekerjaan Bagi Wanita Karir

Lalu, bagaimana sih sebenarnya seorang ibu dapat mengatur waktu yang tepat di saat mereka bekerja dan di saat mereka harus menyediakan waktu bagi anak mereka?

 

1. Atur rencana dengan baik

Tidak semua bos akan menawarkan jadwal kerja yang fleksibel. Jika Anda ingin, sebaiknya rencanakan jadwal tersebut dengan pimpinan perusahaan agar Anda dapat menjalankan pekerjaan secara fleksibel. Jelaskan secara detail bagaimana Anda akan tetap memenuhi tanggung jawab pekerjaan, memberikan laporan pekerjaan terutama ketika Anda tidak berada di kantor.

2. Meminta jam kerja yang fleksibel

Dengan teknologi yang tersedia saat ini, bekerja dengan 9-5 jam tidak selalu diperlukan. Terkadang banyak manajer memahami hal ini. Meskipun penting berada di kantor untuk pertemuan tatap muka dan membangun jaringan, namun ada juga saat-saat bekerja melalui jarak jauh atau dari rumah juga diijinkan.

 

3. Mengganti jam kerja kantor ke rumah 

Baru-baru ini, CEO Yahoo Marissa Mayer, menghadapi berbagai hujan kritikan ketika ia mengambil keputusan bagi karyawan dapat bekerja melalui jarak jauh. Memang pendekatan ekstrim seperti ini tidak diperuntukan untuk semua bidang bisnis. Bekerja tiga hari di kantor dan dua hari dari rumah. Bekerja di perusahaan yang memiliki jam kerja yang flexibel dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik terutama memenuhi kebutuhan kerja Anda antara karir dan keluarga.

4. Sesuaikan penyelesaian waktu kerja dengan tenggat waktu yang ditetapkan

Terkadang pimpinan akan membebaskan gaya kerjamu sesuai dengan aturan yang ada, mereka hanya melihat apakah pekerjaan kamu sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Akan ada baiknya Anda harus membuka jalur komunikasi yang baik dengan manajer tentang kondisi keluarga dan tenggang waktu pekerjaan yang diberikan.

 

5. Kurangi waktu perjalanan

Begitu banyak waktu yang terbuang setiap hari terutama saat kemacetan panjang menuju kantor atau rumah Anda. Akan lebih baik jika waktu tersebut digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga di rumah. Jika Anda membawa kendaraan mobil, saat ini sudah ada layanan ojek online yang siap menjembatani pekerjaan Anda, sehingga akan mengurangi kemacetan di saat pulang kantor. 

6. Cari tempat kerja yang fleksibel dan dekat dengan rumah

Bekerja dari rumah terkadang tidak selalu menjadi pilihan yang ideal dan tepat untuk Anda. Ada banyak gangguan dan rumah menjadi kantor mungkin tidak bisa dijadikan tempat bisnis. Ada baiknya bisa mencari lokasi kantor yang dekat dari rumah, sehingga akan efisien menjaga dan memperhatikan anak.

 

7. Batasi perjalanan bisnis

Mengurangi perjalanan bisnis tentunya juga akan membantu perusahaan mengurangi biaya perjalanan dan menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. Untuk pertemuan bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa cara, diantaranya video conference atau menggunakan Skype. Pertemuan menggunakan layanan teknologi akan menjembatani antara pekerjaan sementara Anda dapat berkumpul di rumah.

8. Tentukan jadwal dengan tepat

Gunakan jadwal kalender di smartphone ataupun di rumah. Kalender di rumah memungkinkan Anda tahu apa yang harus dikerjakan untuk hari ini, minggu depan ataupun beberapa bulan mendatang. Tentunya akan membuat rutinitias tidak kacau, dan Anda pun dapat mempersiapkan beberapa hal pada malam sebelumnya seperti memilih pakaian buat si Kecil, membuat makanan dan membereskan beberapa pekerjaan rumah tangga.

 

9. Mengutamakan prioritas

Terkadang tidak semua rencana yang sudah Anda buat terealisasikan dengan baik, dan terkadang juga Anda tidak bisa berada di lokasi saat situasi yang sama. Jangan merasa bersalah tentang keputusan yang akan diambil yang nantinya Anda anggap salah mengambil keputusan.

Pasalnya pada akhinya, hal ini akan muncul dan terbiasa seperti tidak dapat menghadiri beberapa kegiatan sekolah anak. Jadi, jangan menyalahkan diri dan merasa bersalah. Mungkin Anda dapat menghadirinya pada hari berikutnya.

10. Ajarkan si Kecil untuk mandiri

Ini tergantung dari umur si kecil, jika dia telah menginjak umur 6 atau 7 tahun, Anda bisa mengajarkannya untuk mandiri seperti mandi dan memakai baju sendiri. Sehingga Anda tidak terlalu banyak mengurus keperluannya untuk berangkat sekolah. Anda tinggal menyiapkan bekalnya. Begitu pun untuk urusan makan, sejak balita ajarkan si Kecil untuk bisa makan sendiri.

Apakah Anda memiliki tips lainnya? Silahkan share tips atau komentar Anda di kolom bawah ini.

Baca juga:

Bagaimana Mengatur Waktu Bagi Si Sibuk

5 Aplikasi yang Memudahkan Anda Dalam Bekerja

Tips Sukses dalam Berkarir

(Visited 1,619 times, 1 visits today)
Share artikel ini

BERLANGGANAN NEWSLETTERS

Bergabunglah dengan Newsletter kami dan dapatkan tips dan artikel serta penawaran kursus terbaru


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *